Senin, 04 November 2013

Ramalan dan Intuisi

Persetan dengan ramalan, gua muak dengan ramalan - ramalan apalagi ramalan jodoh. Lihat Pri**on telah membuat gue galau hampir seminggu, horoskop, zodiak semuanya sok tahu.

Waktu prediksi kiamat akhirnya ramalan memiliki kelemahan, yap ramalan meleset. Dalam kebenaran ramalan itu ibarat vonis dokter. "Kamu kena kanker dan mati 100 hari lagi" kata dokter, memang secara elmu medis prediksinya benar tapi nyatanya, sebuah mukjizat mendatangkan kepada pasien itu dan dia sehat seperti benar-benar sehat memang benar - benar sehat betulan. Itulah logika ramalan yang mirip vonis dokter.

Usaha, yeah takdir bisa direbut. "Lu ga cocok sama doi" kata siape! Nyatanya suatu pasangan yang diramal ga cocok tuh tenang2 aja ampe 7 turunan. Usaha membangun hubungan, dan takdir bisa direbut. Pembisnis sukses langsung tunjuk calon partnernya dengan intuisi dan hasilnya berhasil. Gue baru yakin ama nih cerita.

Soal profesi, ah tai anjing. Jangan ikut campur deh. Gua pilih yang gua suka, kalau yakin. Instuisi bakat mengantarkan seseorang ke profesi diminati. Bukan berdasarkan tanggal lahir, suku, dan lain-lain. Sori bro gue males sama ramalan. Itu aja ah pokoknya gue ramal diri gue sendiri dan gua tentuin sendiri.